Pagi itu adalah hari pertama aku bekerja sebagai office boy (ob) di sebuah kantor. Aku begitu antusias, sebab inilah hari yang paling ku nanti, yaitu menjadi pemberi nafkah bagi keluarga, setelah 4 tahun terakhir, tepatnya setelah aku menikahi Maya, istriku, aku memilih menjadi pengangguran.

Tanpa aku sadari, ternyata hari ini adalah hari terbaik dalam hidupku. Betapa tidak, ketika aku mengerjakan tugas pertamaku dengan memberi secangkir kopi pada bosku, dia malah langsung mengangkatku sebagai staf HRD-nya. Lalu ketika aku baru saja duduk di meja HRD, dia menyuruhku datang ke ruangannya dengan membawa beberapa map, lalu tanpa banyak bicara, ia mengangkatku sebagai orang kepercayaannya dan memberiku jabatan sebagai wakil manager. Lalu, ketika aku baru saja duduk di mejaku, ia kembali memanggilku ke ruangannya dengan membawa beberapa makanan ringan, lalu ia memberikan separuh saham perusahaannya padaku. "wah, ini benar-benar gila. Baru sehari bekerja saja sudah dapat separuh saham. Mimpi apa aku semalam?", bisikku dalam hati. Lalu di tengah kegiranganku, ia menyuruhku untuk kembali ke ruangannya. "kali ini ia pasti menyerahkan seluruh sahamnya", gumamku. Aku bergegas ke ruangannya. Dan benar saja, ia memang berencana menyerahkan seluruh sahamnya. Tapi ia menyuruhku untuk membenarkan antene uhf yang terletak di loteng kantor sebagai syaratnya. "syarat yang sangat mudah", gumamku. Aku langsung menuju ke loteng dan berusaha membenarkan arah antene tersebut. Namun, karena terlalu bersemangat, aku terpeleset dan terjatuh.

Entah apa yang terjadi setelah itu, aku benar-benar tidak ingat dan entah berapa lama aku tertidur. Kemudian aku bangun dan segera ku hampiri istriku yang sedang mencuci dan ku tanya apa bosku benar-benar memberikan semua sahamnya padaku, istriku menjawab dengan ketus, "Dasar pengangguran!"